NEWS PAPER

Tentang Politik adalah seni mencari masalah, menemukannya di mana-mana, salah mendiagnosisnya, dan menerapkan solusi yang salah. Demokrasi diizinkan untuk memilih kandidat yang paling tidak kamu sukai. Jadi, jika kita berbohong kepada pemerintah, itu kejahatan. Jika mereka berbohong kepada kita, itu politik.
Ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.
Disini, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata. Musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah. Kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Manusia terus saja dipenuhi ambisi. Padahal apakah kita membutuhkan sepuluh lapis baju dalam sekali pakai? Tidak. Celana pendek, kaus singlet cukup. Sepuluh pesawat pribadi sekali bepergian? Tidak. Cukup satu kursi saja. Atau sepuluh kamar mewah sekali menginap? Tidak. Cukup satu tempat tidur. Bahkan saat makan, kita tidak pernah menghabiskan sepuluh piring makanan sekali duduk, se enak apapun makanan tersebut. Sepatu harga miliaran, mau berapapun, akan selalu dikenakan di kaki, bukan di jidat. Jadi buat apa mereka mengumpulkan harta sebanyak mungkin, menimbunnya? Itu tidak lebih dari angka-angka di kertas, dan timbunan benda-benda tak bernyawa.
Setiap orang punya urusan masing-masing. Urus saja bagian sendiri, sisanya tutup mulut.
Negeri para bedebah, negerinya para musang berbulu domba, negerinya pencuri berdasi. Tempat dimana kehidupan terasa jauh lebih fiksi dari pada novel fiksi itu sendiri. Dimana realita terasa jauh lebih nyata. Sebab disinilah segala hal bisa terjadi selama melibatkan materi dan kedudukan. Manusia bisa berubah menjadi musang paling manipulatif selama itu demi kekayaan.

VOL.16 "Government" Nov 30
CORE
From top left; Jei, Dinda, Aidam, Kevin, Wandre, Gamora, Nirvana, Ajun, Joarder, and Ijun, to the right.
About
'RD6X' is #1st Fictional Podcast studio under the operation of Gengs Podcaster. Here applies Indonesian culture to the issues presented.We also can help you to find and buy exclusive records from anywhere in the world since some of them are barely to get. Don't worry, we also sells overseas too.
We already have studios from various cities in Indonesia. There are areas around the capital Jakarta, and Surabaya. Still active to broadcast news from all over.In additional, we also provide players/turntable and additional accessories for your convenience. We may add another unique goods adjusting the stock in future. Interested?Β Get in touch!
Registration
Who wants to feel how broadcasting and being a podcaster? Come on, check it out here. You can meet me later. Can be used as a place of up-to-date information, discuss, and learn communication to socialize with everyone. Well, training it through podcasts can be one of your choices, here. Let's go who wants to be a podcaster!
π³πΎπππ πΊππ½ π’πππ½ππππππ; Only main account is allowed, not clone or side account. Can be active also divide the time. Knowledge, friendly, kind, polite, as the main points. Can work together in groups or individually. It would be good if you're βjoblessβ and Accept all Type rp-ers.0856-4395-3946
[email protected]











